Hari Rabu tanggal 9 April lalu kita dikejutkan dengan tertangkap tangannya seorang anggota DPR RI dengan initial (AAN). Seorang anggota DPR dari Partai PPP. Bukan penangkapan atas dirinya yang buat saya kaget, karna sebelum berita tertangkapnya (AAN) dan menjadi headline hampir disemua media saya memang sudah lebih dulu tahu kabar itu, kebetulan artis dangdut pelantun ‘jatuh bangun’ yang merupakan istri dari (AAN) mempunyai ‘hubungan kerja’ di kantor dimana saya bekerja.
Seterusnya, yang membuat saya menjadi benar-benar kaget adalah ketika saya ketahui bahwa penangkapan diri (AAN) adalah terkait penerimaan suap dalam alih fungsi hutan lindung seluas 8000 hektare di Bintan menjadi lokasi Ibukota Kabupaten yang kalau saya lihat dari mater plankota tersebut sepertinya direncanakan akan bernama Bandar Seri Bintan. Tega sekali!! Cuma itu kalimat yang terlintas dikepala saya saat itu. Bagaimana tidak, saya masih ingat di Nusa Dua Bali tanggal 3-14 Desember lalu ketika mata dunia saat itu semua tertuju kepada sebuah konfrensi tingkat dunia yang membahas masalah pemanasan global. Sebuah konfrensi yang diharapkan mampu mengasilkan sebuah formula ampuh dalam meminimalisir dampak dari pemanasan global yang saat ini sudah sangat mengkwatirkan umat manusia.
Pemanasan global diartikan sebagai sebuah peristiwa dimana terjadi peningkatan temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi.
Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di negara subtropik yang memiliki 4 musim, dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas (suhu lebih panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak yang terjadi di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir musim hujan atau kemarau) serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Selain itu dampak yang dirasakan oleh negara kepulauan adalah ancaman berkurangnya panjang garis pantai akibat meningkatnya tinggi muka laut karena mencairnya lapisan es di kutub.
Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni 2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim dingin yang ekstrim yang terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500 penduduk Inggris. Bahkan menurut laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang, angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai angka 300 ribu per tahun.
Selain fakta tersebut, ada fakta lain yang membuat saya begitu terenyuh, fakta ini saya baca dari Majalah Trust, yaitu sebuah fakta tentang waktu yang diperlukan alam untuk mencerna sampah-sampah manusia, yaitu:
1. Kertas tissue waktu yang diperlukan selama 1 bulan
2. Kertas Koran waktu yang diperlukan selama 1, 5 bulan
3. Dus pembungkus makanan dan kulit buah waktu yang diperlukan selama 2 bulan
4. Kotak pembungkus susu waktu yang diperlukan selama 4 bulan
5. Bungkus rokok dan pembalut wanita waktu yang diperlukan selama 5 bulan
6. Tali sumbu kompor dan sejenisnya waktu yang diperlukan selama 5 tahun
7. Kayu yang dicat waktu yang diperlukan selama 15 tahun
8. Kaleng dan ban mobil waktu yang diperlukan selama 50 tahun
9. Pelampung waktu yang diperlukan selama 80 tahun
10. Alumunium waktu yang diperlukan selama 200 tahun
11. Tas kresek waktu yang diperlukan selama 400 tahun
12. Snadal dan botol plastik waktu yang diperlukan selama 550 tahun
13. tali pancing waktu yang diperlukan selama 600 tahun
14. Gelas dan botol kaca waktu yang diperlukan untuk dicerna alam belum diketahui yang jelas diatas 1000 tahun !!!
Dari fakta tersebut, tanpa kita sadari ternyata kita telah menyumbang begitu besar kerusakan terhadap alam. Tanpa kita sadari pula ternyata kita telah jahat terhadap alam. Lebih jahat lagi yah itu, orang-orang yang benar-benar ga mau perduli dan demi kepentingan dia semata, dengan gampangnya dia menggadaikan alam hanya dengan beberapa jumlah uang. Alam dia pertaruhkan. Jahat......bener-bener jahat!
Mungkin sudah terlambat atau basi banget karena saya baru mengatahui hal ini, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali toh. Ayo mulai dari sekarang, belajar ramah terhadap alam ini, demi menjaga kelangsungan hidup umat manusia.
Saya secara pribadi, sebelum tulisan ini saya buat udah komitmen mo belajar menghargai dan sedikittt saja perduli terhadap alam. Langkah kecilnya, tadi pagi saya beli makan dan berpesan kepada OB untuk makan saya tolong jangan gunakan sterofoam, bungkus saja dengan bungkus kertas. Mulai dari yang simpel-simpel dulu Sob :)
Tampilkan postingan dengan label Sozialite Problem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sozialite Problem. Tampilkan semua postingan
Kamis, April 17, 2008
Rabu, April 09, 2008
Ketika Wakil Rakyat Tertidur di Republik Mimpi

Macam-macam saja perilaku pejabat Republik ini. Mulai dari penyakit Korupsi, video mesum-nya yang tersebar luas di masyarakat hingga hal yang paling sepele tapi impact yang ditimbulkan membuat semakin komplitnya kebobrokan pejabat Republik ini.
Kemarin, tanggal 8 April 2008 bertempat di ruang Gedung Lemhannas, Jakarta berlangsung Pelatihan yang khusus diperuntukan bagi para Pejabat Daerah yaitu Bupati, Walikota, dan Ketua DPRD seluruh Indonesia. Acara hari itu diisi pembekalan dari Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY). Pemaparan yang disampaikan SBY sendiri tidak jauh-jauh dari bagaimana seorang wakil rakyat dalam mengemban tugas yang berwawasan pro-rakyat.
Tiba-tiba para peserta pelatihan dikagetkan dengan gebrakan tangan SBY di podium . Sambil menunjuk-nunjukan jarinya ke depan SBY berkata “itu…..tolong bangunkan yang tidur itu” “ya….yang sedang tidur itu” “kalo mau tidur di luar saja” “bagaimana mau memimpin rakyat kalau diruangan ini saja tidur” “malu…...malu dengan rakyat, anda semua dipilih oleh rakyat….” Ternyata pejabat yang dimaksud adalah Bupati dari Provinsi Cie Duo Tigo.
Namun demikian, tidak sedikit juga anggota pelatihan yang masih mencari pembenaran atas tindakan tidur tersebut. "gimana ga ngatuk, habis pidatonya Pak SBY membosankan" atau alasannya lainnya "gimana ga ngantuk dari jam 8 pagi kami ikut pelatihan ini".
Hak setiap orang untuk membela dirinya, itu manusiawi. Tapi alangkah bijaknya kalo anda-anda yang sudah nyata-nyata melakukan tindakan indisipliner diam dan memaknai kejadian tersebut sebagi sebuah cambukan, daripada berusaha mencari pembenaran yang sama sekali ga "mutu"!
Saya sendiri sebagai rakyat, begitu antusias melihat tayangan tersebut ditelevisi, ga urung remote control televisi saya pencet-pencet berpindah dari satu channel ke channel yang lain, sekedar mau lihat kejadian yang menurut saya langka dan menarik. Menarik karena melihat SBY marah dengan bawahannya yang “kurang ajar”.
Bukan sekali dua kali saya melihat ditelevisi perilaku pejabat kita yang justru memilih tidur saat sedang bersidang, atau justru memilih sms-an dibanding serius dan pro-aktif mengawal sidang, tapi kalau melihat SBY serius marah karena ulah bawahannya saya baru kali ini.
Wajah letih SBY, wajah marah, kecewa sangat terlihat saat itu. Mungkin SBY capek. SBY capek selalu dihujat atas naiknya harga minyak goreng dan kacang kedelai, SBY dihujat karena sulitnya minyak tanah dan gas elpiji, SBY dihujat karena angka pengganguran, kemiskinan menunjukan grafik semakin horizontal ke atas. Saya pribadi kasihan dengan SBY. Pasca orde baru, SBY lah Presiden yang menurut saya paling baik. Saya percaya dengan komitmen kuat dia untuk memberantas korupsi, saya percaya bahwa hatinya selalu menangis ketika melihat kaum papa dan saya masih percaya bahwa dalam setiap sujudnya beliau menangis akan kesulitan negeri ini.
Apa itu juga yang dirasakan oleh pejabat yang tertidur itu? Entahlah….
Saya tidak pro SBY. Bahkan saya akui hingga usia 26 tahun saya belum pernah sekalipun ikut ‘mencoblos’. Namun secara jujur saya akui, saya pendukung SBY sebagai pribadi. Saya sangat memahami betapa sulitnya menjadi Presiden di Republik ini. Mustahil dalam waktu 5 tahun persoalan negeri ini bisa beres. Jangan mimpi. Masalah dinegeri ini sudah demikian kompleksnya. Tidak perlu bermimpi muluk-muluk tentang bagaimana realitas social yang ideal. Cukup ketika setiap hari rakyat bisa makan secara teratur, setiap anak-anak bisa bersekolah, itu sudah kemajuan. Kita hidup di Republik Indonesia, bukan Republik Mimpi!
Terakhir untuk Bapak Pejabat yang tertangkap basah lagi tidur, anda tidak sedang berada di acara Republik Mimpi Bos…. Bangun oi…..bangun…..
Selasa, April 08, 2008

Kaget ketika mendengar di televisi tentang adanya wacana perlunya dibangun suatu tempat yang khusus secara legal diperbolehkan melakukan praktek aborsi. Wacana ini sendiri muncul karena tingginya angka kematian perempuan akibat melakukan aborsi ilegal, kabarnya 50% dari wanita yang melakukan praktek aborsi meninggal dunia. Angka yang mengagetkan memang, tapi apa itu bisa menjadi alasan untuk dimunculkannya wacana tersebut (ide ini saya saya anggap sangat gila)
Saya menjadi heran dan bertanya-tanya apa yang ada dipikiran mereka? Dengan mengatasnamakan Hak Asasi Manusia apa menjadi cukup alasan sehingga kita menjadi harus menghalalkan sesuatu yang nyata-nyata oleh Tuhan disebut sebuah dosa?
Dari berbagai sumber dan tinjauan, berikut sedikit hal untuk memahami apa itu aborsi:
Aborsi adalah tindakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan). Dalam prakteknya aborsi tidak hanya dilakukan untuk menyelamatkan jiwa calon ibu, tapi juga atas permintaan si calon ibu karena tidak menginginkan anak.
Sementara dari segi yuridis, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan dengan alasan apapun, aborsi adalah tindakan melanggar hukum. Sampai saat ini masih diterapkan. Namun demikian, dalam keadaan darurat undang-undang memperbolehkan sesorang melakukan aborsi, yaitu Undang-undang No. 23/1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut. “Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya” dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Darurat? Apa sih makna darurat menurut undang-undang ini?
Undang-undang ini memang tidak menjelaskan secara tegas apa makna darurat. Namun jika saya mencoba mengambil garis tengahnya, darurat disini bermakna, sebagai sebuah keadaan dimana apabila sang ibu tetap bertahan untuk mempertahankan kehamilannya, maka akan dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan sang ibu, bahkan lebih jauh dapat menyebabkan kematian bagi ibu ataupun sebaliknya.
Saya sendiri tidak tau ingin memandang ide pelegalan terhadap aborsi ini dari sudut pandang apa. Saya tidak begitu pandai tentang hukum-hukum agama, dari sudut pandang hukum positif saya tak lebih dari pemanipulasi hukum demi kepentingan pribadi, dari segi sosial apalagi keadilan wah saya sama sekali tidak tau ranah ini. Yang saya tau ide ini sungguh gila. Yang saya tau ahlak sebagai umat beragama akan hancur apabila disetujuinya ide gila ini.
Sebagai orang beragama saya sangat meyakini bahwa abaorsi adalah sebagai ebuah bentuk penghilangan nyawa sesorang yang artinya aborsi adalah bentuk lain dari pembunuhan masa kini. Dalam beberapa kasus yang dengan mudah kita akses dari media, aborsi lebih banyak dilakukan karena KTD (kehamilan tidak diinginkan), seperti karena perkosaan, pergaulan bebas, incest (hubungan seksual dengan saudara sedarah). Hal inilah yang jadi perdebatan sengit dalam kasus aborsi, padahal jika kita mau jujur masalah ini harus kita letakkan pada wilayah yang berbeda, sehingga solusinyapun tidak harus sama.
Solusi untuk sesorang yang hamil dan harus melakukan aborsi karena dikhawatirkan kelak akan menimbulkan trauma yang mungkin saja berakibat pada terganggunya mentalitas korban saya sangat setuju apabila untuk kasus ini aborsi menjadi legal dilakukan. Namun, untuk kehamilan akibat pergaulan bebas (free sex), atau incest yang disadari tentu tidak bisa mendapat perlakukan hukum yang sama dari negara. Bahwa pergaulan bebas (free sex) adalah sesuatu yang sampai kapanpun menurut saya tidak boleh di legalkan. Ingin sex, maka menikah itu solusinya. Kalaupun saya terpaksa menyetujui satu hal tentang free sex, maka pilihan saya jatuh pada pengamanan secara preventif. Gunakan kondom. Yah itu memang salah satu jalan terbaman dan terbaik untuk mencegah kehamilan tidak dianginkan akibat pergaulan bebas tadi. Apabila ternyata meskipun usaha preventif masih ‘kebobolan’ juga itu adalah sebagai sebuah resiko yang seharusnya memang sudah disadari mereka. Mengapa harus berbuat dosa kembali dengan membunuh mahluk Tuhan lainnya? Malu takut aibnya ketahuan masyarakat? Itu memang konsekuensinya hidup di masyarakat. Melanggar norma masyarakat, tentu akan menimbulkan konsekuensi dari masyarakat. Pahami itu.
Menurut saya lupakan wacana untuk melegalkan atau mendirikan sebuah lembaga yang khusus menangani masalah aborsi, karena undang-undang kesehatan sudah mengakomodir masalah ini, sebagaimana tersebut dalam pasal Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 pasal 15 ayat 1 sebagai berikut:
“Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelematkan jiwa ibu hamil dan janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu”.
Hal yang dapat dijelaskan dari pasal dan ayat tersebut adalah:
Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang dan bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan. Namun, dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelematkan jiwa ibu dan janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu.
Sementara untuk kehamilan yang tidak diinginkan yang terjadi sebagai buah dari perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan masyarakat, kembalikan kepada nurani masing-masing dan hukum positif yang berlaku.
Ada 3 aturan aborsi di Indonesia yang berlaku hingga saat ini yaitu,
1. Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan dengan alasan apapun, aborsi adalah tindakan melanggar hukum. Sampai saat ini masih diterapkan.
2. Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.
3. Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang menuliskan dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan tindakan medis tertentu (aborsi).
Senin, Maret 17, 2008
Petir Solusi Untuk Krisis Energi

Beberapa hari yang lalu saya baru saja membaca artikel yang menurut saya sangat menarik. Artikel itu tanpa sengaja saya browsing dari situs www.harunyahya.com. Lengkapnya judul artikel tersebut adalah “KEKUATAN TERSEMBUNYI PETIR”.
Menarik karena artikel tersebut merupakan tulisan yang menelaah ayat Al-Quran QS. An-Nuur 24:42 yang kemudian dikomparisikan dengan fakta-fakta ilmiah.
Artikel ini menyebutkan fakta bahwa sebuah sambaran pertir berukuran rata-rata memeiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik atau setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.
Fakta lainnya adalah bahwea energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat celcius. Suhu didalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Cahaya yang dikeluarkan oleh satu petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.
Mencermati fakta-fakta tentang petir tersebut, saya jadi teringat dengan masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa kita dan dunia secara global. Krisis Energi! Persedian minyak mentah dunia yang semakin menipis telah membuat dunia ketar-ketir. Ga bisa dibayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi. Dunia kembali serasa berada dijaman batu! Sebenarnya telah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Pembangkit Listrik Tenaga Angin, telah banyak dibangun dan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dunia. Lalu bagaimana dengan Petir?! Dengan potensi listrik begitu besar yang dimiliki petir apa kita tidak tidak berminat untuk mengolah dan memanfaatkannya? Bukankah negara kita negara yang kaya akan petir. Bahkan Kota Bogor merupakan kota didunia yang paling sering terjadi petir. Terlebih disaat kondisi dunia sudah sedikit kacau akibat global warming, dimana hampir setiap hujan bahkan tidak hujan saya melihat petir, tentu akan sangat menjanjikan bila kita memanfaatkan sebagian dari nikmat yang dikaruniakan Allah kepada bangsa kita salah satunya petir. Saya yakin bahwa petir bisa menjadi salah satu solusi dalam mengahadapi krisis energi yang saat ini melanda dunia. Semoga.
………….fabiayyi alai rabbikuma tukadziban (………..Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-rahman 1-13)
Menarik karena artikel tersebut merupakan tulisan yang menelaah ayat Al-Quran QS. An-Nuur 24:42 yang kemudian dikomparisikan dengan fakta-fakta ilmiah.
Artikel ini menyebutkan fakta bahwa sebuah sambaran pertir berukuran rata-rata memeiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik atau setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.
Fakta lainnya adalah bahwea energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat celcius. Suhu didalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Cahaya yang dikeluarkan oleh satu petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.
Mencermati fakta-fakta tentang petir tersebut, saya jadi teringat dengan masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa kita dan dunia secara global. Krisis Energi! Persedian minyak mentah dunia yang semakin menipis telah membuat dunia ketar-ketir. Ga bisa dibayangkan jika hal tersebut benar-benar terjadi. Dunia kembali serasa berada dijaman batu! Sebenarnya telah banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Pembangkit Listrik Tenaga Angin, telah banyak dibangun dan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dunia. Lalu bagaimana dengan Petir?! Dengan potensi listrik begitu besar yang dimiliki petir apa kita tidak tidak berminat untuk mengolah dan memanfaatkannya? Bukankah negara kita negara yang kaya akan petir. Bahkan Kota Bogor merupakan kota didunia yang paling sering terjadi petir. Terlebih disaat kondisi dunia sudah sedikit kacau akibat global warming, dimana hampir setiap hujan bahkan tidak hujan saya melihat petir, tentu akan sangat menjanjikan bila kita memanfaatkan sebagian dari nikmat yang dikaruniakan Allah kepada bangsa kita salah satunya petir. Saya yakin bahwa petir bisa menjadi salah satu solusi dalam mengahadapi krisis energi yang saat ini melanda dunia. Semoga.
………….fabiayyi alai rabbikuma tukadziban (………..Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-rahman 1-13)
Rabu, Februari 27, 2008
Jakarta kota yang sakit ?

Jakarta punya Monas tapi jangan samakan dengan Menara Eiffel. Jakarta punya Ciliwung tapi sangat jauhh berbeda dengan sungai Rhein. Sekarang Jakarta punya Busway Trans Jakarta, salah satu proyek percontohan dari sistem sarana transportasi yang diilhami dari kota Bogota. Namun demikian bus way di Republik ini tidak bisa disamakan dengan bus way-nya punya Bogota boss. Kenapa demikian? Saya punya alasannya, yaitu:
1. Bus way-nya Bogota berjalan di atas jalur baru yang meliputi jaringan yang luas keseluruh sudut kota, sementara bus way-nya Jakarta nih dijalurnya dibuat dengan mengasak jalur hijau yang emang dah tinggal sedikit;
2. Pembangunan jalur bus way-nya Bogota diikuti dengan pembangunan jalur hijau, sementara bus way-nya Jakarta justru 'membongkar paksa' jalur hijau yang emang udah tinggal sedikit;
3. Yang terbaru, penggunaan bahan bakar bus way berupa BBG (Bahan Bakar Gas) kini dipertanyakan keamanannya. Hal ini terkait dengan terjadinya kecelakaan dengan terbakarnya bus way trans Jakarta berbahan bakar BBG beberapa waktu lalu di depan Tugu Tani;
4. Yang paling anyar lagi, tentang rencana pemberlakuan contra flow jalur bus way. Maksudnya sih untuk menjawab dan menindaklanjuti penelitian salah satu LSM yang bilang kalo bus way trans Jakarta tiap harinya kerugian sekitar RP 70.000.000,- karena waktu nya yang terbuang. Akibat turut dipakainya jalur bus way oleh kendaraan lain, menyebabkan bus way terkadang harus turut mengalami kemacetan, padahal tujuan di ciptakannya bus way di Jakarta kan sebagai alternatif sarana transportasi bebassss hambatan. Tapi kabar terakhir sih rencana tersebut batal boss, soalnya sistem contra flow ini dikwatirkan justru akan menyebabkan kemacetan dan keamanan berlalu lintas menjadi taruhannya;
Dari mulai rencana mpe udah realisasi aja bus way udah dan tetap menimbulkan kontroversi, ga salah mungkin pernyataan seorang Pejabat Negara Bogota yang bilang kalo Jakarta adalah kota yang sedang sakit!!!
1. Bus way-nya Bogota berjalan di atas jalur baru yang meliputi jaringan yang luas keseluruh sudut kota, sementara bus way-nya Jakarta nih dijalurnya dibuat dengan mengasak jalur hijau yang emang dah tinggal sedikit;
2. Pembangunan jalur bus way-nya Bogota diikuti dengan pembangunan jalur hijau, sementara bus way-nya Jakarta justru 'membongkar paksa' jalur hijau yang emang udah tinggal sedikit;
3. Yang terbaru, penggunaan bahan bakar bus way berupa BBG (Bahan Bakar Gas) kini dipertanyakan keamanannya. Hal ini terkait dengan terjadinya kecelakaan dengan terbakarnya bus way trans Jakarta berbahan bakar BBG beberapa waktu lalu di depan Tugu Tani;
4. Yang paling anyar lagi, tentang rencana pemberlakuan contra flow jalur bus way. Maksudnya sih untuk menjawab dan menindaklanjuti penelitian salah satu LSM yang bilang kalo bus way trans Jakarta tiap harinya kerugian sekitar RP 70.000.000,- karena waktu nya yang terbuang. Akibat turut dipakainya jalur bus way oleh kendaraan lain, menyebabkan bus way terkadang harus turut mengalami kemacetan, padahal tujuan di ciptakannya bus way di Jakarta kan sebagai alternatif sarana transportasi bebassss hambatan. Tapi kabar terakhir sih rencana tersebut batal boss, soalnya sistem contra flow ini dikwatirkan justru akan menyebabkan kemacetan dan keamanan berlalu lintas menjadi taruhannya;
Dari mulai rencana mpe udah realisasi aja bus way udah dan tetap menimbulkan kontroversi, ga salah mungkin pernyataan seorang Pejabat Negara Bogota yang bilang kalo Jakarta adalah kota yang sedang sakit!!!
Langganan:
Postingan (Atom)